Selasa, 31 Mei 2016

Kembalikan Pancasila

Tidak banyak yang tahu bahwa hari ini tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya pancasila, era orde baru telah mengaburkan esensi dari Pancasila untuk mengaburkan peran Presiden pertama kita Soekarno.

Beberapa pertanyaan yang terkumpul dan menghantui saya.
-          Tuhan melalui ajaran-ajarannya yang mulai dimanipulasi dengan kepentingan-kepentingan, disaat orang mulai berpikir bahwa membunuh sesama manusia adalah dibenarkan menurut kepercayaannya.
-          Kemanusiaan yan jauh dari adil dan keberadaban dimana banyak sekali masyarakat Indonesia yang bertingkah laku dan berkelakuan seperti hewan?, pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, anak membunuh orang tua, bapak menghamili anak kandungnya.
-          Persatuan yang hanya jadi mimpi di siang bolong, disaat setiap individu dan golongan berusaha menjalankan ego atas kebenaran yang diyakininya, mengkotak-kotakkan diri dalam kelompok-kelompok yang selalu berbenturan antara satu dengan yang lainnya.
-          Para pejabat terutama para dewan permusyawaratan yang mewakili kita hanya mau dekat kembali menyerap aspirasi masyarakat menjelang pemilihan atau yang juga keren di istilahkan 4-1 yaitu 4 tahun lupa dan 1 tahun ingat. Rakyat kecil hanya bisa teriak dengan suara parau untuk mereka yang jauh di atas sana.
-          Keadilan yang sudah tidak lagi bisa dikatakan ADIL, dimana hukum hanya berlaku untuk rakyat kecil dan kebal untuk orang besar, disaat nenek renta harus di vonis secara pidana karena mengambil kayu bakar berbanding terbalik disaat koruptor masih lega melenggang mengambil uang rakyat trilyunan rupiah, disaat maling ayam harus bonyok di gebukin dalam introgasi berbanding terbalik dengan senyum manis para pejabat saat diperiksa dalam kasus korupsi.

Pendidikan di Indonesia pada saat ini cenderung lebih mementingkan aspek akademis tanpa menghiraukan akhlak dan moral para peserta didik. Hal ini bisa kita lihat di sekolah-sekolah dan di universitas-universitas. Sebagai contoh, seseorang murid SMU yang nakal dan suka dengan free seks dapat lulus dari SMU dan meneruskan keperguruan tinggi hanya karena nilainya mencukupi standar kelulusan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.
Coba kita bayang kan apa yang akan terjadi apabila Negara Indonesia ini dipimpin oleh orang yang hanya mempunyai nilai akademis yang tinggi tapi tidak bermoral. apa yang akan terjadi dengan negara ini??
Pendidikan Indonesia menganut atau lebih condong pada sistem pendidikan liberal yang mengesampingkan pendidikan moral dan hanya mementingkan pendidikan akademis. Kapan Indonesia bisa maju kalau pendidikan moral di semua sekolah ditiadakan?? apakah Indonesia bisa maju kalau hanya mengandalkan pada kepintaran akademis??

Kembalikan Pendidikan Moral Pancasila dalam kurikulum di sekolah, pendidikan yang membentuk karakter dan moral generasi muda penerus bangsa.